Menikmati Sunset dari Embung Nglanggeran

Sunset dari Atas Embung

Embung Nglanggerang kini menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang banyak dikunjungi. Hal itu tentu tidak terlepas dari pemandangan menarik yang ada di dalamnya. Terlebih saat ini semakin banyak spot foto keren yang akan menambah tampilan feed instagram semakin menarik. Penasaran dengan ulasan lengkap mengenai keindahannya? Yuk simak informasi lengkap berikut ini.

Sejarah Embung Nglanggeran

Embung-Ngelanggerang
Pemandangan Embung

Embung merupakan arti dari sebuah tempat yang dapat menyimpan air dengan sekala besar, sedangkan Nglanggeran merupakan nama sebuah tempat yang ada di sebuah gunung purba yang berada di daerah Gunungkidul kota Yogyakarta. Yang kemudian bisa disebut dengan nama lain yaitu Waduk. Waduk kecil.

Keberadaan waduk kecil ini merupakan sebuah wadah untuk menyimpan air yang mana air tersebut kemudian bisa di manfaatkan oleh warga setempat untuk beberapa kebutuhan. Kebutuhan air yang di tampung oleh waduk tersebut biasanya kemudian di alirkan kepada sawah sawah dan juga kepada sebuah ladang ladang kebun.

Waduk ini terbentuk bukan dengan sendirinya melainkan karena kebutuhan air yang kurang di daerah nglanggeran untuk mengairi sawah sawah atau ladang ladang kebun ketika musim kemarau tiba. Untuk mengatasi kebutuhan air untuk masyarakat maka pada tahun 2012 waduk ini mulai dibangun yang kemudian selesai dan diresmikan pada tahun 2013 tepatnya pada bulan Februari.

Dengan inisiatif warga yang ingin membangun sebuah tempat penampungan air dengan kebutuhan yang telah disepakati ternyata ini membuahkan hasil dari segi pendanaan yang diajukan. Pihak pemerintah pun juga menyetujui hal pengadaan wadah penampungan tersebut. Dengan bermodal dana hibah dari pemerintah kota akhirnya waduk ini pun berhasil di wujudkan.

Tentunya dengan adanya Embung ini kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan sangat baik. Dengan berjalannya waktu waduk ini mengalami perkembangan yang signifikan namun perkembangan yang signifikan ini juga dialami bukan pada sawah sawah dan lahan lahan perkebunan, akan tetapi pada lokasi beradanya waduk tersebut.

Setelah selesainya pembangunan, waduk ini mendapat perhatian lebih bagi para masyarakat setempat hingga kepada masayrakat sekitar yang ada di lingkungan waduk bahkan kota kota lainnya. Wduk ini pun sering dijadikan sebuah tempat wisata.

Menurut pernyataan dari perwakilan warga setempat dan juga sebagai koordinator, memang benar bahwasanya setelah waduk ini selesai dibangun dan meluasnya kabar bahwa di daerah Nglanggeran ini memiliki waduk ternyata itu dapat berefek pada masyarakat untuk mendatangi lokasi ini.

Sebetulnya, ini bukan berarti bahwa masyarakat daerah merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang orang yang meskipun lokasi waduk ini bukan untuk menjadi tempat tempat tertentu seperti untuk berwisata. Dengan bertambahnya masyarakat yang berkunjung tenyata dari sisi lain memiliki nilai yang bisa di manfaatkan.

Kemudian warga bersepakat jika kemudian lokasi waduk Embung Nglanggeran di jadikan sebagai lokasi wisata yang cukup menarik untuk daerah Gunungkidul. Hal ini juga mendapat persetujuan dari pemerintah kota Yogyakarta dan juga telah diresmikan sebagai salah satu lokasi wisata yang ada di kota Yogyakarta, akhirnya.

Dengan kemudian Kami memberikan sebuah biaya retribusi kepada setiap warga sekitar hingga masyarakat luas ketika berkunjung, yang mana hasil dari pemasokan itu kemudian bisa di gunakan kembali untuk merawat keadaan waduk ini kedepannya.

Didukung dengan kondisi alam daerah Kecamatan Patuk yang cukup hijau membuat masyarakat yang berkunjung ke lokasi waduk ini merasa senang. Bahwasanya di sekitanya pun juga terdapat sebuah Gunung Purba Nglanggeran yang mana juga menambah baik pemandangan.

Ingin mendapatkan foto sunset manarik? Kunjungi Embung Nglanggeran dengan paket tour Jogja dari Widyalokawisata.

Lokasi dan Akses

Lokasi Embung Nglanggeran ini berada di Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, Daerah Istimewa, Yogyakarta.

Akses menuju ini tidak cukup sulit hanya membutuhkan waktu yang cukup lama jika melakukan perjalanan dari pusat kota Yogyakarta dan hingga saat ini belum ada sebuah kendaraan umum untuk mengantar sampai lokasi waduk. Jadi sangat disarankan menggunakan kendaraan pribadi untuk berkunjung.

Untuk mencapai lokasi waduk ini jika melakukan perjalanan dari pusat kota Yogyakarta, pilihlah perjalanan dengan jalaur ke arah timur yaitu Wonosari. Untuk mencapainya bisa mengikuti plang petunjuk jalan yang tersedia. Kemudian jika telah sampai di daerah Bukit Bintang lakukan perjalanan dengan menuju ke arah desa Ngoro-oro.

Lalu di simpang tiga yang pas dengan Puskesmas Patuk 2 lakukan perjalanan ke arah Pendopo Kaliasong, setelah itu lakukan perjalanan sampai bertemu dengan sebuah pertigaan setelah SD Negeri Nglanggeran lakukan perjalanan mengambil ke arah kiri. Lalu bisa lanjutkan perjalanan dengan mengikuti petunjuk arah hingga sampai tujuan.

Fasilitas

Embung NglanggeranFasilitas yang ada di lokasi waduk ini juga sangat mendukung. Terdapat lahan parkir yang cukup luas untuk menampung masyarakat yang berkunjung, terdapat toilet yang bisa digunakan oleh masyarakat atau pengunjung, terdapat sebuah pendopo hingga sebuah warung yang menyediakan berbagai macam makanan.

Baca Juga ” Promo paket tour Jogja Embung Nglanggeran”

Biaya Retribusi dan Waktu Operasi

Biaya yang dibebankan kepada masyarakat yang berkunjung sebesar Rp. 10.000,- untuk domestik serta Rp. 15.000,- hingga Rp. 20.000,- untuk pengunjung luar domestik. Serta dikenakan biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 2.000,- untuk roda 2 dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda 4.

Untuk waktu beroperasinya Embung Nglanggaran ini dibuka selama 24 jam. Beroperasinya lokasi yang mencapai hingga 24 jam membuat semakin bertambahnya intensitas yang berkunjung.

Hal Menarik

Karena lokasinya yang cukup berada di ketinggian maka membuat lokasi waduk ini juga mendapat dukungan alamnya yang indah. Ketika berkunjung ke daerah ini maka masyarakat tidak hanya bisa mengunjungi Embung Nglanggeran saja melainkan bisa langsung melakukan kunjungan ke lokasi wisata Gunung Purba. Juga bisa mengunjungi sebuah wisata alam berupa kebun dan pertanian.

Wisata Gunung Purba pun tidak jauh dari lokasi waduk ini. Jika ditemuh dengan kendaraan memerlukan waktu sekita kurang lebih 15 menit dan menuju ke sebuah puncak Gunung Purba juga memerlukan waktu dan tenaga yang extra dikarenakan sebuah trak yang di dominasi tanjakan dengan berjalan kaki.

Selain itu juga bisa mengunjungi wisata kebun. Berwisata pada sebuah kebun juga merupakan sebuah pengalaman yang tak bisa diremehkan. Karena selain sebagai sarana kesejukan juga bisa sebagai sarana belajar tentang tanaman. Di wisata kebun ini juga terdapat guide yang memandu dan masyarakat pun juga bisa membeli hasil tanaman yang ada sebagai bekal oleh oleh.

Berkunjung ke lokasi waduk ini masyarakat bisa melakukan hal hal seperti bersantai, melakukan foto bersama ataupun sendiri yang latar belakangnya pun bisa di seting sedemikian rupa serta bisa mendapat pemandangan yang baik dengan adanya latar Gunung Purba.

Terdapat juga sebuah menara yang bisa dinaiki untuk sekedar melihat lokasi sekitar dari ketinggian yang cukup atau melakukan beberapa sesi foto alam sekitar. Bahkan di waduk ini pun juga sering dijadikan untuk sesi foto sebelum melakukan pernikahan atau Pre-weeding.

Selain wisata dan hal menarik ini tentunya masih terdapat hal hal menarik lainnya yang masih bisa di eksplor bahkan kemungkinan untuk beberapa waktu kedepan akan terdapat sebuah lokasi wisata yang mendapat pengakuan baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Berikut adalah beberapa pemaparan tentang sebuah wisata Embung Nglanggeran yang bisa dijadikan destinasi berwisata. Waktu berkunjung yang baik untuk lokasi ini bisa di lakukan pada saat sore hari, karena keadaan matahari berada di sisi barat membuat lokasi waduk ini semakin cantik.

Selain itu ketika berkunjung baiknya mematuhi peraturan yang ada dan bersikaplah baik terhadap yang berkunjung serta menjaga kebersihan tempat tersebut.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *